LAMUN SEBAGAI CARBON TRAP
Lautan
memiliki kemampuan menyimpan panas lebih besar dibandingkan dengan atmosfir. Kecepatan pengikatan CO2 oleh lautan dikontrol oleh
temperatur air laut, kimia permukaan, biologi serta berbagai pola pengadukan
dan sirkulasi yang menggambarkan jumlah karbon
yang dipindahkan dari permukaan air laut ke dasar laut. Pertukaran CO2
antara permukaan laut dan atmosfir adalah melalui difusi yang terjadi pada
garis pertemuan antara permukaan laut dengan atmosfir. Proses tersebut sangat dipengaruhi
oleh perbedaan tekanan partial CO2 antara lautan dan atmosfir,
kecepatan angin di permukaan laut dan sifat
permukaan laut. Siklus karbon dimulai dengan
dilepaskannya CO2 oleh berbagai macam sumber seperti:
·
Pengilangan minyak bumi.
·
Asap pabrik dan kendaraan bermotor.
·
Peristiwa alam seperti aktivitas
hydrothermal dan vulkanik
·
Organisme laut
·
Aktivitas manusia, hewan, dan tumbuhan
Di ekosistem air, pertukaran
CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung.
Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai
menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang
memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain.
Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka
keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang
dengan jumlah CO2 di dalam air. Selain alga, yang menjaga keseimbangan CO2 di
lautan salah satunya adalah lamun (seagrass). Lamun berfungsi sebagai penyerap
karbon karena kemampuannya sebagai tumbuhan yang berfotosintesis. Per
unit area padang lamun (seagrass) dapat
menyimpan karbon hingga dua kali lipat dari hutan. Padang lamun (seagrass) menyimpan hingga 83.000 metrik (satuan massa yang sama
dengan 1000 kilogram) ton karbon per kilometer persegi, sebagian besar disimpan
pada lapisan sedimen di bawahnya. Sebagai perbandingan, hutan tropis hanya
mampu menyimpan karbon sebanyak 30.000 metrik ton per kilometer persegi, yang
sebagian besar dalam bentuk kayu (pohon).
Lamun (seagrass)
adalah tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji satu (monokotil) dan
mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah.
Seperti halnya tanaman darat, lamun memiliki daun, akar, melakukan jaringan, bunga dan biji-bijian, dan memproduksi makanan mereka sendiri melalui fotosintesis. Tidak seperti tanaman darat, bagaimanapun, lamun tidak memiliki yang kuat, batang dan batang mendukung diperlukan untuk mengatasi gaya gravitasi di darat. Sebaliknya, daun lamun didukung oleh daya apung alami air, tetap fleksibel saat berhubungan dengan gelombang dan arus.
Seperti halnya tanaman darat, lamun memiliki daun, akar, melakukan jaringan, bunga dan biji-bijian, dan memproduksi makanan mereka sendiri melalui fotosintesis. Tidak seperti tanaman darat, bagaimanapun, lamun tidak memiliki yang kuat, batang dan batang mendukung diperlukan untuk mengatasi gaya gravitasi di darat. Sebaliknya, daun lamun didukung oleh daya apung alami air, tetap fleksibel saat berhubungan dengan gelombang dan arus.
Ekosistem Laut (seagrass) adalah suatu ekosistem yang dinamis untuk transformasi atau perubahan karbon, lamun sendiri memiliki kemampuan yang unik untuk terus menyimpan karbon dalam akarnya dan sedimen di pesisir pantai.
Ekosistem padang lamun (seagrass) telah
lama dikenal memiliki banyak manfaat seperti : “penangkap” sedimen,
melindungi garis pantai dari erosi dan ombak dan menjadi habitat bagi ikan
serta kehidupan laut lainnya.
Ciri-ciri
ekologis padang lamun (seagrass) antara lain adalah :
1.Terdapat di perairan
pantai yang landai, di dataran lumpur/pasir
2.Pada batas terendah daerah
pasang surut dekat hutan bakau atau di dataran terumbu karang
3.Mampu hidup sampai
kedalaman 30 meter, di perairan tenang dan terlindung
4.Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan
5.Mampu melakukan proses metabolisme secara optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air termasuk daur genustif
4.Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan
5.Mampu melakukan proses metabolisme secara optimal jika keseluruhan tubuhnya terbenam air termasuk daur genustif
6.Mampu hidup di media air
asin
7. Mempunyai sistem
perakaran yang berkembang baik
- Fauna yang bersimbiosis di Ekosistem Lamun (seagrass)
·
Komunitas lamun (seagrass) dihuni oleh banyak jenis hewan bentik, organisme demersal
serta pelagis yang menetap maupun yang tinggal sementara
·
Spesies yang
sementara hidup di lamun adalah juvenil dari organisme yang mencari makanan
serta perlindungan
·
Krustase
·
Moluska
·
Echinodermata
Pada intinya Ekosistem lamun
(seagrass) perlu dijaga kelestariannya karena lamun (seagrass) sebagai habitat
beberapa organisme laut, selain itu lamun (seagrass) dapat menjaga suatu perairan tetap menjadi karbon
sink dan tidak menjadi karbon source.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar